Pengenalan
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Bambang Sugeng (juga dieja Bambang Soegeng) adalah tokoh penting dalam sejarah militer dan diplomasi Indonesia. Lahir di Tegalrejo, Magelang pada 31 Oktober 1913, beliau wafat pada 22 Juni 1977 dan dimakamkan di Temanggung, Jawa Tengah.
Meskipun jasanya sangat besar, nama Bambang Sugeng kurang dikenal publik dibandingkan tokoh-tokoh perjuangan lainnya. Halaman ini bertujuan mengenang dan menyebarkan informasi tentang kontribusinya bagi bangsa Indonesia.
Garis Waktu Perjalanan Hidup
Masa Awal & Pendidikan
1913 - 1943
Lahir di Tegalrejo, Magelang. Menempuh pendidikan di HIS, MULO Purwokerto, dan AMS Yogyakarta. Sempat kuliah di Rechts Hoge School Jakarta sebelum pendudukan Jepang. Bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada 1943.
Masa Revolusi Kemerdekaan
1945 - 1949
Menjadi salah satu pendiri BKR/TKR di Temanggung. Memimpin pasukan dalam Agresi Militer Belanda I & II sebagai Panglima Divisi III/GM III. Merencanakan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang membuktikan eksistensi RI kepada dunia.
Puncak Karier Militer
1950 - 1955
Menjadi Panglima Divisi I/Brawijaya (1950). Diangkat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD) ke-3 (1952-1955). Berperan sebagai figur pemersatu TNI AD pasca Peristiwa 17 Oktober 1952. Memelopori sistem Nomor Registrasi Pusat (NRP) dengan NRP 10001.
Karier Diplomatik
1956 - 1966
Bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Vatikan (1956-1960), Jepang (1960-1964), dan Brasil (1964-1966). Berperan penting dalam penyelesaian masalah pampasan perang dengan Jepang dan lobi terkait sengketa Papua.
Warisan & Penghargaan
1977 - Sekarang
Wafat pada 22 Juni 1977. Dimakamkan di Kompleks Monumen Kali Progo, Temanggung sesuai wasiatnya. Dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Letnan Jenderal (Kehormatan) pada 1 November 1997. Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2010.
Kontribusi Penting
Serangan Umum 1 Maret 1949
Sebagai Panglima Divisi III/GM III, Bambang Sugeng mengeluarkan Perintah Siasat No. 4/SD/Cop/I dan Instruksi Rahasia tanggal 18 Februari 1949 kepada Letkol Soeharto untuk menyerang Yogyakarta. Serangan ini membuktikan eksistensi RI dan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan dengan Belanda.
Diplomasi dengan Jepang
Sebagai Duta Besar RI untuk Jepang (1960-1964), berhasil menyelesaikan masalah pampasan perang senilai sekitar 223 juta dolar AS. Uang ini digunakan untuk pembangunan nasional dan beasiswa pendidikan pemuda Indonesia di Jepang.
Pemersatu TNI AD
Sebagai KSAD, berhasil menjembatani perpecahan internal TNI AD pasca Peristiwa 17 Oktober 1952. Menggagas Konferensi Yogya dan Piagam Djogja 1955 untuk menguatkan solidaritas internal tentara.
Teladan Integritas
Dikenal sebagai sosok sederhana dan taat aturan. Kisah terkenalnya saat sebagai KSAD, ia ditegur dan dihentikan polisi lalu lintas di Yogyakarta karena melanggar lampu merah, dan menerimanya dengan lapang dada tanpa memanfaatkan jabatannya.
Fakta Singkat
Lahir
31 Oktober 1913, Tegalrejo, Magelang
Wafat
22 Juni 1977 (umur 63)
Dimakamkan
Kompleks Monumen Kali Progo, Temanggung
Pangkat Terakhir
Letnan Jenderal TNI (Anumerta, 1997)
Jabatan Penting
KSAD ke-3 (1952-1955)
Status Pahlawan
Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional (2010), belum ditetapkan
NRP (Nomor Registrasi Pusat)
NRP pertama dalam sistem TNI
Penugasan Diplomatik
Duta Besar untuk Vatikan
1956 - 1960
Memperkenalkan Pancasila dan membuka pintu persahabatan RI-Vatikan
Duta Besar untuk Jepang
1960 - 1964
Menyelesaikan pampasan perang, protes keras terhadap rencana pendaratan kapal induk Belanda di Tokyo
Duta Besar untuk Brasil
1964 - 1966
Menjalin hubungan diplomatik dengan negara Amerika Selatan
Referensi & Buku
Buku Biografi
"Panglima Bambang Sugeng" karya Edi Hartoto (2009/2012)
Tersedia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Perpustakaan Nasional RI, dan Perpustakaan Kemlu
Klik untuk membeli versi digital buku biografi lengkap
Artikel Jurnal
"Tinjauan Historis Peran Panglima Bambang Sugeng dalam Serangan Umum 1 Maret 1949"
Tersedia di jips.fkip.unila.ac.id
Arsip
Arsip Kementerian Luar Negeri tentang karier diplomatiknya
Bambang Sugeng adalah salah satu pahlawan besar Indonesia yang datanya paling minim dan tidak banyak dikenal masyarakat luas.